Tampilkan postingan dengan label Tersenyumlah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tersenyumlah. Tampilkan semua postingan

 Tertawa merupakan puncak kebahagiaan, titik tertinggi keceriaan dan ujung dari rasa suka cita. Namun demikian itu adalah tertawa yang tidak berlebihan sebagaimana di katakan dalam pepatah “janganlah engkau banyak tertawa, sebab tertawa itu bisa mematikan hati” jadi tertawalah tapi yang sewajarnya saja.Pada dasarnya islam sendiri di bangun atas dasar prinsip-prinsip keseimbangan dan kemoderatan, baik dalam hal akidah, ibadah akhlak maupun tingkah laku. Maka dari itu islam tidak mengenal kemuraman yang menakutkan, dan juga tertawa yang lepas dan tak beraturan. Akan tetapi islam senantiasa mengajarkan kesungguhan yang penuh wibawa dan ringan langkah yang terarah.Orang yang mudah tersenyum dalam menghadapi hidup ini bukan saja bisa membahagiakan diri sendiri tetapi juga bisa membahagiakan orang lain. Jadi jangan sampai kita selalu bermuram durja dan muka masam karena semua itu adalah cermin dari jiwa yang galau dan. Pikiran yang kacau...Andai saja saya di suruh untuk memilih antara harta yang banyak atau kedudukan yang tinggi dengan jiwa yang tenteram damai dan selalu tersenyum, maka pastilah saya memilih pilihan yang kedua yaitu jiwa yang tenteram dan selalu tersenyum. Sebab apa artinya harta yang banyak bila wajah selalu cemberut? Apa artinya kedudukan yang tinggi bila jiwa selalu merasa cemas? Inggatlah bahwa harta yang banyak serta kedudukan yang tinggi belum tentu bisa membuat hidup menjadi tenteram dan damai.Senyuman tidak akan ada artinya bila tidak berasal dari hati yang tulus dan ikhlas, jadi selalu berusahalah untuk tersenyum dengan tulus jika bertemu seseorang . bahkan jika anda bertemu dengan orang yang paling anda benci sekalipun anda mesti tersenyum dengan begitu kebencian di antara kalian akan segera sirna dengan sendirinya.Banyak orang yang tidak mampu melihat indahnya kehidupan ini, meraka hanya membuka matanya untuk mencari uang serta kedudukan belaka. Maka meskipun mereka berjalan dan melewati sebuah taman yang indah, burung-burung yang berkicau dengan riang, serta bunga-bunga yang bermekaran , mereka sama sekali tidak tertarik dengan semua keindahan itu.Tidak ada yang membuat jiwa dan wajah menjadi demikian murah selain rasa keputusasaan. Maka jika anda menginginkan senyuman , Tersenyumlah terlebih dahulu dan perangilah rasa keputusasaan. Percayalah kesempatan itu selalu terbuka, kesuksesan bisa didapatkan oleh siapapun, asal kita mau berusaha dan berdo’a dengan semaksimal mungkin. Karena itu biasakan pikiran anda agar selalu menatap masa depan dengan tenang karena akan ada kebaikan dan harapan yang lebih baik di masa yang akan datang.........(◕‿◕)........



Orang berkata, “Langit selalu berduka dan mendung.”
Tapi aku berkata, “Tersenyumlah, cukuplah duka cita di langit sana.”

Orang berkata, “Masa muda telah berlalu dariku.”
Tapi aku berkata,”Tersenyumlah, bersedih menyesali masa muda tak kan pernah mengembalikannya”

Orang berkata,”Langitku yang ada di dalam jiwa telah membuatku merana dan berduka,
janji-janjiku telah mengkhianatiku ketika kalbu telah menguasainya.
Bagaimana mungkin jiwaku sanggup mengembangkan senyum manisnya.
Maka akupun berkata,”Tersenyumlah dan berdendanglah,
kala kau membandingkan semua umurmu kan habis untuk merasakan sakitnya.”



Orang berkata, “Perdagangan selalu penuh intrik dan penipuan,
ia laksana musafir yang akan mati karena terserang rasa haus.”
Tapi aku berkata, “Tetaplah tersenyum,
karena engkau akan mendapatkan penangkal dahagamu.
Cukuplah engkau tersenyum,
karena mungkin hausmu akan sembuh dengan sendirinya.
Maka mengapa kau harus bersedih dengan dosa dan kesusahan orang lain,
apabila sampai engkau seolah-olah
yang melakukan dosa dan kesalahan itu?

Orang berkata,”Sekian hari raya telah tampak tanda-tandanya
seakan memerintahkanku membeli pakaian dan boneka-boneka.
Sedangkan aku punya kewajiban bagi teman-teman dan saudara,
namun telapak tanganku tak memegang walau satu dirham adanya.
Ku katakan : Tersenyumlah,
cukuplah bagi dirimu karena Anda masih hidup,
dan engkau tidak kehilangan saudara-saudara
dan kerabat yang kau cintai.

Orang berkata,”Malam memberiku minuman ‘alqamah,
Dan aku berkat," tersenyumlah, walau kau makan buah ‘alqamah.
Mungkin saja orang lain melihatmu berdendang
akan membuang semua kesedihan. Berdendanglah.
Apa kau kira dengan cemberut akan memperoleh dirham
atau kau merugi karena menampakan wajah berseri?

Saudaraku, tak membahayakan bibirmu jika engkau mencium
juga tak membahayakan jika wajahmu tampak indah berseri.
Tertawalah, sebab meteor-meteor langit juga tertawa,
mendung tertawa, karenanya kami mencintai bintang-bintang.

Orang berkata, “Wajahmu berseri tidak membuat dunia bahagia
yang datang ke dunia dan pergi dengan gumpalan amarah”
Ku katakan,”Tersenyumlah, selama antara kau dan kematian
ada jarak sejengkal, setelah itu engkau tidak akan pernah tersenyum.


Copyright 2010 Siungmas blog
Lunax Free Premium Blogger™ template by Introblogger